Mahasiswa Prodi Gizi UTU Resmi Magang Gizi Masyarakat di 4 Puskesmas Aceh Barat, Ditempatkan Hingga Level Desa
Meulaboh (19/01/26) – Program Studi Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Teuku Umar (Prodi Gizi FIK-UTU) kembali melepas mahasiswanya untuk melakukan Magang Gizi Masyarakat. Sebanyak 118 mahasiswa secara resmi ditempatkan di empat Wilayah Puskesmas di Kabupaten Aceh Barat dalam rangka Magang Gizi Masyarakat Periode 2026. Mereka ditempatkan di empat wilayah Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Aceh Barat, dengan lokasi magang hingga ke tingkat desa. Wilayah Puskesmas meliputi Puskesmas Layung, Puskesmas Tangkeh, Puskesmas Kuala Bhee dan Puskesmas Pasi Mali.
Kegiatan pengantaran dan penyerahan mahasiswa magang Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 ini dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2025, pukul 08.00 WIB, bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat. Rangkaian kegiatan berlangsung selama kurang lebih 2 jam, dimulai dari seremoni pelepasan hingga pergerakan mahasiswa menuju lokasi magang.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Program Studi Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Teuku Umar. Dalam arahannya, Kaprodi menekankan bahwa magang ini bukan sekadar kegiatan akademik rutin, melainkan bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat Aceh Barat. Setelah sambutan dari Kaprodi, secara resmi 118 mahasiswa diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat. Dalam sambutannya, Kepala Dinkes menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Prodi Gizi UTU karena telah memilih Aceh Barat sebagai lokus magang.
Sebagai bekal awal, pihak Dinas Kesehatan memberikan materi pengenalan tentang Profil Kabupaten Aceh Barat, kemudian wilayah magang yang menjadi prioritas pemerintah kabupaten pasca banjir yanng melanda Kabupaten Aceh Barat pada November 2025 lalu. Setelah seluruh rangkaian konsultasi selesai, sekitar pukul 11.00 WIB, mahasiswa magang secara resmi bergerak menuju lokasi penempatan masing-masing. Mereka menggunakan kendaraan yang telah disiapkan oleh pihak desa dan puskesmas.
Salah satu lokasi yang menjadi tujuan adalah Desa Beurawang, Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat. Desa ini berjarak sekitar 35 kilometer dari pusat Kota Meulaboh, dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam perjalanan darat. Desa Beurawang merupakan salah satu desa terdampak banjir, sehingga menjadi prioritas intervensi dalam program magang ini.
Selama masa magang yang berlangsung dari 19 Januari 2025 hingga Awal Maret 2026 (kurang lebih minggu), para mahasiswa akan menjalankan sejumlah agenda wajib, antara lain:
- Pendataan sasaran gizi (balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia) di tingkat desa
- Skrining status gizi menggunakan antropometri (berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas)
- Penyuluhan gizi
- Pendampingan Posyandu di masing-masing desa lokasi magang
- Penyusunan laporan intervensi gizi berbasis data primer dari desa.
Dengan diterjunkannya mahasiswa magang ini, diharapkan terjadi percepatan perbaikan status gizi masyarakat di Kabupaten Aceh Barat, khususnya di lima wilayah puskesmas sasaran. Program ini juga menjadi bukti nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Editor: RSD