Rektor UTU: Desa Wisata Solusi Pemberdayaan Masyarakat Desa
  • UTU News
  • 25. 09. 2020
  • 0
  • 417

MEULABOH - UTU | Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Jasman J. Ma’ruf, SE, MBA menjadi narasumber pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) pendamping Desa Wisata Regional 1A (Sumatera) yang dilaksanakan oleh Kemenparekraf melalui Direkterorat Pengembangan SDM pariwisata Deputi bidang sumberdaya dan kelembagaan, Hotel Kryad Muraya, Kota Banda Aceh, Kamis (24/9).

Kegiatan ini diikuti oleh 53 Orang peserta dari perwakilan Pendamping Kampus Unsyiah, Pedamping Kampus Universitas Teuku Umar dan Perwakilan Masyarakat Desa Rantau Sabon, Aceh Jaya serta Masyarakat Leubok Sukon Aceh Besar yang merupakan Desa bimbingan dalam kegiatan BIMTEK ini. Pendamping Desa Wisata merupakan salah satu program yang dikembangkan oleh Kemenparekraf dalam mempercepat laju perekonomian di sektor pariwisata, khususnya di pedesaan.

Prof Jasman dalam paparannya menjelaskan bahwa, Desa wisata ini dibentuk untuk memperdayakan masyarakat agar dapat berperan sebagai pelaku langsung sebagai upaya meningkatkan kesiapan dan kepedulian dalam menyikapi potensi dan daya tarik pariwisata di desa tempat mereka tinggal.

Lanjutnya, Kegiatan ini untuk bagaimana Desa Wisata ini memenuhi standar dan mengajak warga Desa untuk meningkatkan sapta pesona desa agar nyaman, aman, asri, tertib dan memberikan kenangan positif untuk pengunjung serta megajak mereka untuk berkampanye kepada publik tentang Sapta Pesona Desa.

“Kita juga berharap mereka dapat berkampanye kepada publik dengan memperlihatkan suri tauladan dalam menjaga sapta pesona yang ada di Desanya,” cetusnya.

Ia juga Berharap Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten agar lebih giat lagi dalam membantu dan mendukung kegiatan kegiatan Desa Wisata. Karena, menurut Prof Jasman desa wisata akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat apabila didukung segala insfrastruktur, akses jalan, informasi dan lain-lain. Tentunya hal itu harus mendapat bantuan dan dukungan dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/kota.

“Contohnya masyarakat leubok sukon sudah bersedia menata desa wisata, namun tidak bisa bergerak jika tidak ada dukungan pemerintah, infrastruktur misalnya, maka pemerintah harus benar-benar lebih giat lagi dalam membantu masyarakat.” Pungkas Prof Jasman.



Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,

Dra, Riwud Mujirahayu, M.Pd dalam sambutannya   mengatakan bahwa  program ini merupakan bagian dari pendampingan untuk bisa meningkatkan sumber daya dan produktivitas di Desa Wisata.

“Ini adalah program baru dari Kemenparekraf dan langsung mendapatkan support yang sangat positif, karena terkait pengembangan pariwisata yang ada di Aceh khususnya dalam dalam mempercepat laju perekonomian di sektor pariwisata khususnya di pedesaan saat pandemi Covid-19,” katanya

Kata Riwud, adapun kriteria pengembangan Desa Wisata yaitu memiliki atraksi wisata unggulan, memiliki kelembagaan, memiliki sarana prasarana memadai, memiliki akomodasi wisata pendukung dan memiliki keterlibatan masyarakat.

“Program Pelatihan Pendamping Desa Wisata ini tidak hanya pada tataran pemahaman dasar tentang sadar wisata dan desa wisata, tetapi juga memberikan informasi-informasi baru terkait dengan sektor pariwisata di era normal baru yaitu Cleanliness, Healthy, Safety dan Enviroment di Desa wisata,” ucapnya.

Selain Prof Jasman, pembicara lainnya yang menyampaikan materi pada bimtek tersebut adalah Kadisdupdar Aceh, Jamaluddin dan Ellu sufriadi, S.Si.,M.Si, pewakilan ARC Unsyiah. Sementara 4 pendamping dari kampus UTU yang mengikuti Bimtek ini yaitu Hafinuddin, S.Pi., M.Sc; Dedy Darmansyah, SP., M.Si; Amsal Irmalis, M.Si dan Firman Parlindungan, Ph.D. (Aduwina Pakeh / Humas UTU).

Lainnya :