Prof. Darmawi: Sarjana FKM Dituntut Mampu Wujudkan Masyarakat Sehat
  • UTU News
  • 04. 04. 2019
  • 0
  • 847

MEULABOH - Prof. Darmawi mengharapkan, sarjana lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat-Universitas Teuku Umar (FKM UTU) dapat memainkan perannya dalam menjaga kesehatan masyarakat. “Tugas dan kewajiban sarjana kesehatan dituntut mampu mewujudkan masyarakat yang sehat”.

Harapan Dekan FKM UTU, Prof. Dr. drh. Darmawi, M.Si itu, disampaikan ketika “melantik” peserta yudisium sarjana lulusan FKM-UTU, 2 April 2019. Yudisium sarjana FKM ke XIV yang dilaksanakan di Aula Utama UTU, sebanyak 29 orang, dan dua sarjana diantaranya lulus cumlaude (terpuji) yaitu Helma Yuliza dan Fatria Asrizal.

Peserta yudisium didampingi orangtua/walinya masing-masing. Acara serimonial itu, turut dihadiri Kepala Biro AKPK Drs. Muslim Raden, M.Si, Kepala Biro Umum dan Keuangan Mawardi Amin, SE,Ak. Dekan FPIK, Prof..Dr. Ali Sarong,  Ketua dan anggota senat FKM, Ketua IAKMI, Ketua IKAKESMAS, para Kabag/Kasubbag Lingkup Universitas Teuku Umar, dan sejumlah dosen FKM..

Prof. Darmawi mengatakan, sarjana lulusan FKM harus mampu menjaga kesehatan masyarakat, indikatornya adalah menurunnya angka morbiditas dan mortalitas.  Selain itu, sarjana kesehatan dituntut mampu mengidentifikasi dan menganalisis faktor risiko dalam regulasi kesehatan masyarakat 

Dalam kesempatan itu, Prof. Darmawi mengingatkan para yudisium agar dapat mengenali diri sendiri, siapa kita sebenarnya dan untuk apa sarjana kesehatan masyarakat itu, sehingga saudara sebagai sarjana akan lebih mudah menempatkan peran dan fungsi diri masing-masing ditengah-tengah masyarakat serta dapat mengaplikasikan ilmu yang telah saudara peroleh selama menempuh pendidikan di FKM UTU ini. “Dengan harapan, para sarjana kesehatan masyarakat dapat menjadi penggerak dalam mewujudkan masyarakat yang sehat lahir dan bathin”.

Lebih lanjut, Prof. Darmawi yang baru dilantik menjadi Dekan FKM UTU, Januari 2019, mengatakan, profesi sarjana kesehatan masyarakat adalah profesi yang sangat mulia dan besar sekali manfaatnya bagi kehidupan kita semua. Bayangkan kalau masyarakat itu sakit atau tidak sehat, orang lain juga akan merasa terganggu minimal keluarganya sendiri. Kalau ada di rumah kita salah seorang yang sakit dapat dipastikan kita selaku anggota keluarganya tidak bisa beraktivitas secara normal dan dapat berimbas pada pengeluaran anggaran belanja rumah tangga menjadi membengkak dari biasanya. Persoalan inilah yang menjadi tantangan bagi saudara-saudara penyandang gelar sarjana kesehatan masyarakat dan tantangan ini harus saudara hadapi.

Ke depan, saudara akan menghadapi tantangan publik yakni harus lihai mensinergikan local wisdom, menggerakkan local community, memberdayakan local resources, mengatasi local problem dan dapat menentukan local solution. Saudara memang telah lulus berbagai tahapan ujian sampai dengan hari ini dan sudah mendapat gelar kesehatan  dengan titel SKM. Namun, ujian dan tantangan ke depan jauh lebih berat ketika saudara berada di tengah masyarakat. Dalam konteks ini, Saudara harus bertindak think globally and act locally. Disitulah kompetensi saudara akan uji.

Diakhir sambutannya, Prof. Darmawi menyampaikan, selamat  dan sukses bagi para yudisium dan terimakasih kepada orangtua sarjana yang telah mempercayakan pendidikan tinggi anaknya kepada kami di Fakultas Kesehatan Masyarakat-Universitas Teuku Umar, dan pada hari ini kami atas nama seluruh Sivitas Akademika FKM Universitas Teuku Umar  resmi mengembalikan anak-anak kepada Bapak/Ibu selaku orangtua/wali sekalian dengan sematan sah gelar SKM di ujung nama anak-anak kebanggaan kita semua ini. (Zafhuri/Humas UTU).

Lainnya :