Pesan Menyentuh dari Triyaningsih, SKM di Wisuda UTU ke-XIV Tahun 2022
  • UTU News
  • 08. 08. 2022
  • 0
  • 602

MEULABOH - UTU | "tidak harus sedarah untuk bisa menjadi searah" dan "Tidak harus seusia untuk bisa mengukir cerita yang sama".

Itulah penggalan pesan yang disampaikan Triyaningsih, SKM salah seorang wisudawati dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) di hadapan 532 Wisudawan/i dan para orangtua di panggung Rapat Senat Terbuka Wisuda Ke-XIV Program Sarjana Universitas Teuku Umar yang diselenggarakan di halaman Gedung Kuliah Terintegrasi, Kampus UTU, Alue Penyareng, Sabtu (6/8/22).

Triya mewakili rekan-rekan wisudawan mengucapkan terimakasih sebesar besarnya kepada Rektor UTU beserta jajaran atas penyelenggaraan Pendidikan yang sangat baik memenuhi tuntutan perubahan kebutuhan saat ini, Universitas Teuku Umar telah menjadi tempat studi yang sangat membanggakan baginya.

Universitas Teuku Umar telah menjadi bagian dari saksi siapa kami hari ini. Kata Triya, kurang lebih 4 tahun yang lalu kami berjalan beriringan memasuki gerbang dengan penuh rasa riang. Kami berangkat dari berbagai perbedaan, berbagai keadaan dan berbagai kekuatan niat tujuan. Beragam keilmuan yang kami terima selama menempuh pendidikan di universitas teuku umar.

Dalam masa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) UTU menyajikan berbagai warna warni keilmuan untuk kita, dimna program-program MBKM telah menempah kita dalam berinteraksi langsung untuk berhadapan dengan tantangan global dunia saat ini.

Hari ini adalah hari yang berbahagia dengan disematkan gelar sarjana kepada kita semua yang telah berjuang keras dalam menempuh Pendidikan tinggi di kampus ini. Pada hari ini kita melihat wajah wajah berseri dihati keluarga kita, sahabat kita, dan semua orang yang telah mendukung kita selama ini. Setelah sekian lama kita berjuang, bergelut dengan kegiatan perkuliahan dan tugas akhir yang begitu menyita waktu, tenaga, pikiran bahkan uang yang kita miliki. Akhirnya kita bisa menyelesaikan itu semua dengan penyematan gelar sarjana.

Terimakasih kepada seluruh dosen, yang  tidak hanya ilmu, kmi juga banyak belajar tentang kehidupan dari vigur seorang guru. bagaimana tentang pola pikir, tentang mengambil keputusan, tentang rancangan hidup, dan juga tentang rasa cinta. Cinta dalam artian bahwa "tidak harus sedarah untuk bisa menjadi searah" dan "Tidak harus seusia untuk bisa mengukir cerita yg sama".

Permintaan maaf kami juga untuk semua hal yg mungkin tidak terasa indah dimemori dan hati bapak dan ibu semua, maaf untuk tidak bisa selalu sesuai dengan yg diharapkan. Semoga amal kebaikan dan ilmu yg telah bapak ibu berikan menjadi cahaya terang dihari akhir nanti. amin

Kemudian kami juga mengucapkan terimakasih untuk kedua orang tua kami, terima kasih untuk segala doa dalam setiap sujud dan peluh keringat yg tidak bisa kami balas sampai akhir hayat. 

Gelar Sarjana ini kami persembahkan untuk kedua orang tua kami, keluarga, bangsa dan diri kami sendiri. Dihadapan orangtua kami yang berhadir, dan dihadapan ruh orang tua kami yang telah menghadap illahi. Kami sampaikan terima kasih banyak yg sedalam dalamnya. Walaupun bapak tidak tinggi dalam pangkat dan jabatan.

Namun bapak adalah lelaki hebat yang terus menginspirasi dan mengajarkan kekuatan kepada kami. Wanita yang menemanimu adalah perempuan hebat untuk kami. Kesederhanaan dan kelembutannya telah mampu dengan baik mendidik kami sampai pada saat ini.

Terima kasih banyak bapak dan ibu semua yang kami cintai. Ingin sekali kami katakana "ayah, mak, ananda, anakmu yang engkau sayangi dengan sepenuh hati ini telah selesai menjalankan tugas di bagian ini, terima ksih telah menjadi orang tua yang hebat untuk kami, terima kasih telah mengizinkan dan menyanggupi kami untuk melangkah keluar dari rumah dengan harapan bisa menjadi kebanggan untuk keluarga. 

Terima kasih untuk didikan yang menjadi bekal kami menuju tanah rantau. terima kasih terdalam untuk tidak lupa membekali kami seperangkat alat solat dan perlengkapan ibadah lain yang menjadi sahabat kami disini. Maaf untuk tabungan rasa rindu yang telah anak mu ciptakan. Maaf untuk banyak rasa dan rahasia yang tidak bisa tersampaikan selama kami disini.

Menjadi dewasa adalah proses, tapi sampai  tua pun anakmu ini  tetap butuh belaian kasih dari engkau berdua. Terima kasih juga untuk tidak pernah berharap balas apapun, tapi kami berjanji  akan menjadi seorang anak bisa kalian harapkan. Terima kasih sedalam dalamnya.

Terima kasih juga untuk teman teman yang telah menjadi bagian dari kisah cerita  menuju sarjana. Berawal dari Kita tidak saling mengenal, dan kita juga tidak pernah menduga untuk petemuan, perjalanan, waktu, ruang, dan proses kita akan bertemu di jenjang ini.

Menjadi orang asing ditengah² keasingan dan bisa menjadi satu karena tujuan, bagi kami itu adalah proses yang hebat. Terima kasih untuk bara api semangat  yang saling bertautan. Nyatanya, tanpa sosok nyata yang ada sekeliling kita, kita akan sulit untuk menjadi kuat seperti sekarang, itu sebabnya Allah jadikan sesama manusia untuk hidup saling berdampingan, karena kadang, tangan yang terulur dan senyum yg terukir untuk kita bisa sangat menjadi obat untuk setiap rasa. Terima kasih untuk cerita nyata selama kita berjuang bersama.

Terakhir untuk teman teman semua, kita harus ingat, bahwa ini adalah awal dari perjalanan terwujudnya impian yang kita impikan. Membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain bukanlah keputusan yang benar. Menjadikan orang lain sebagai gambaran dan menempatkan diri kita sebagai tokoh utama itulah yang benar. Krena setiap manusia punya waktu dan masa yang tepat untuk sebuah kesussesan. Jangan berhenti untuk terus berdoa dan terus berusaha.

Tetap semangat untuk kita semua, karena kedepan masih banyak cobaan yang belum kita cobain dan masih banyak bahagia yang harus kita rasain. Akhir kata dari saya ucapan terima kasih kepada seluruh hadirin yang sudah berhadir pada saat ini, saya mohon maaf apabila ada kata² yang salah satau keliru pada saat saya menyampaikan. (*)

Komentar :

Lainnya :