Mayjen TNI Asrobudi berikan Kuliah Umum Tentang Wawasan Kebangsaan di UTU
  • UTU News
  • 10. 02. 2020
  • 0
  • 1656

MEULABOH, UTU | Tenaga Pengajar Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) Mayjen TNI Asrobudi, S.I.P., M.Si memberikan kuliah umum tentang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara kepada 300 peserta dari 4 program studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar, Senin (10/02/2020).

Kuliah umum yang dilangsungkan di Lt. II Gedung Kuliah Terintegrasi, Kampus baru UTU dimoderatori oleh Wakil Dekan I FISIP UTU, Dr. Afrizal Tjoetra, M.Si. Selain diikuti ratusan mahasiswa, kegiatan ini turut dihadiri oleh Danrem 012 Teuku Umar, Kolonel Inf Aswardi, S.E didampingi Dandim 0105/ Aceh Barat Letkol Kav Nurul Diyanto, S.Pd. Wakil Rektor III UTU, Dr. Mursyidin, MA, Dekan FISIP UTU, Basri, SH., MH, Rektor senior UTU, Drs. Alfian Ibrahim, MS, para kepala biro, para kabag serta para dosen dan tendik lingkup Universitas Teuku Umar.
 
Kuliah yang berlangsung kurang lebih 100 menit ini membahas berbagai hal terkait wawasan kebangsaan, khususnya masalah ketahanan nasional. Dalam sesi kuliah umum ini, dipaparkan bahwa ketahanan tidak hanya dilihat dari pertahanan wilayah NKRI dari segi militer, tetapi juga dari segala aspek, termasuk budaya dan bahasa. Selain itu, pendidikan karakter bagi mahasiswa menjadi penting karena karakter merupakan bahan dasar dalam pembangunan manusia.

“Jangan percaya pada orang yang hanya hafal Pancasila saja, tetapi tidak mengamalkannya. Kalau menghafal saja itu perkara mudah, tetapi mengamalkan pancasila itu tidak sembarang orang,” tutur Asrobudi

Asrobudi dalam paparannya juga menyampaikan pada generasi muda saat ini pemahaman Wawasan Kebangsaan masih diragukan, terutama dikalangan kampus yang kian memudar seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi. Untuk itu kita harus fahami makna wawasan kebangsaan dan membumikan Wawasan Kebangsaan kepada generasi penerus bangsa, khusunya diwilayah Kampus.

Wawasan Kebangsaan saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, sehingga perlu dibangun kembali Persatuan dan Kesatuan Bangsa serta jiwa Nasionalisme. Diharapkan pada seluruh Dekan, Dosen dan tenaga pendidikan dimanapun berada diseluruh Indonesia untuk kembali mengaktualisasikan Wawasan Kebangsaan melalui pemahaman kebangsaan, rasa kebangsaan, semangat kebangsaan, dan Integrasi Nasional demi menjaga keutuhan wilayah NKRI.

Dihadapan generasi muda Teuku Umar ini, Asrol terus mengingatkan akan pentingnya semangat belajar tinggi bagi para mahasiswa selaku generasi muda, karena generasi muda harus menjadi tonggak kemajuan bangsa. Syarat untuk mencapai hal tersebut, katanya, pertama harus ada jiwa atau semangat nasionalisme yang ingin berbuat terbaik bagi bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi. Kedua, di era global sekarang mahasiswa harus punya daya saing sehingga semakin kompetitif. Ketiga harus disiplin terhadap peraturan dan hukum yang berlaku. "Sebab hukum adalah sesuatu yang harus diimplementasikan bukan dikompromikan," ujarnya.

Pada kesempatan kuliah umum yang mengangkat tema "membangun karakter yang berwawasan kebangsaan di era milenial", selain membahas tentang wawasan kebangsaan secara umum, Asrobudi turut menjabarkan secara spesifik metode pengajaran yang baik serta pola komunikasi yang baik antara pengajar dan mahasiswa. Karena diera milenial ini, tantangan yang dihadapi oleh seorang guru lebih berat dan harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Pungkas Asrobudi. (Aduwina / Humas UTU)

Komentar :

Lainnya :